LDK PWM Sulsel Bawa Misi Strategis Pemberdayaan Umat di Rakornas II LDK PP Muhammadiyah

SEMARANG – Delegasi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan di Semarang, 29-31 Januari 2026.

Utusan PWM Sulsel dipimpin langsung oleh Koordinator LDK PWM Sulsel, Dr. Dahlan Lamabawa, M.Ag., didampingi Ketua LDK PWM Sulsel, Prof. Dr. Nurhidayat M. Said, M.Ag., serta Wakil Ketua LDK PWM Sulsel, Tauhid, S.Ag., M.Pd.

Dalam forum strategis ini, LDK PWM Sulsel membawa sejumlah masukan krusial terkait peta jalan dakwah komunitas di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

Fokus pada Tiga Komunitas Strategis
Ketua LDK PWM Sulsel, Prof. Dr. Nurhidayat M. Said, M.Ag., dalam pernyataannya menekankan bahwa Rakornas II ini adalah momentum penting untuk menyatukan langkah dalam merumuskan strategi pemberdayaan yang efektif bagi tiga kelompok utama:

1. Pemberdayaan Komunitas Muallaf Prof. Nurhidayat menyoroti pentingnya integrasi sosial bagi mualaf. Beliau mengusulkan penguatan pendidikan agama yang inklusif berbasis pemberdayaan ekonomi.

“Harapan kami, LDK tidak hanya memberikan bekal agama, tetapi juga pelatihan keterampilan dan UMKM berbasis produk lokal agar para mualaf mandiri secara ekonomi dan diterima harmonis di masyarakat,” ujarnya.

2. Solusi Nyata untuk Miskin Kota Terkait komunitas miskin kota, LDK PWM Sulsel mendorong Muhammadiyah menjadi pelopor solusi kemiskinan melalui program pendidikan kejuruan dan kemitraan strategis.

“Kita harus menyusun program yang fokus pada peningkatan keterampilan kerja guna memangkas kesenjangan akses pekerjaan bagi masyarakat urban yang terabaikan,” tambah Prof. Nurhidayat.

3. Rehabilitasi Komunitas Narapidana LDK PWM Sulsel juga memberikan perhatian serius pada pembinaan warga binaan atau narapidana. Masukannya mencakup pengembangan program pembinaan karakter dan keterampilan teknis yang berkelanjutan agar mereka siap menjadi individu produktif saat kembali ke masyarakat.

Mendorong Kerja Konkret dan Holistik
Selain fokus pada komunitas spesifik, delegasi Sulsel juga menawarkan empat strategi kerja konkret untuk diterapkan secara nasional:

Pendampingan Holistik: Mengintegrasikan aspek spiritual, sosial, dan ekonomi.

Infrastruktur Sosial: Membangun fasilitas pusat pelatihan dan ruang komunitas.

Kemitraan Strategis: Berkolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan NGO.

Monitoring & Evaluasi: Menciptakan sistem ukur yang jelas untuk menjamin keberlanjutan program.

“Rakornas II ini harus menjadi titik tolak bagi kita semua untuk menyatukan visi. Dengan strategi yang tepat dan kerja konkret, pemberdayaan komunitas akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat secara luas,” tutup Prof. Nurhidayat.

Kehadiran delegasi LDK PWM Sulsel ini mempertegas komitmen Sulawesi Selatan dalam memperkuat gerakan dakwah komunitas Muhammadiyah di tingkat nasional.

Tentang LDK PWM Sulsel: Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Sulawesi Selatan adalah unsur pembantu pimpinan yang bergerak dalam dakwah khusus bagi komunitas marginal, muallaf, dan kelompok masyarakat spesifik lainnya guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Gallery

Tag

Subscribe