MAKASSAR – Wakil Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Sulawesi Selatan, Ust. Tauhid S.Ag., M.Ag., memberikan pesan menyentuh kepada ratusan anak jalanan dan pemulung dalam kegiatan Pesantren Jalan Cahaya yang digelar di Mushalla Mappakabaji, Kampung Matoa, Makassar, Sabtu-Ahad (7-8 Maret 2026).
Dalam kegiatan kolaborasi antara BAZNAS RI dan LDK PWM Sulsel ini, Ust. Tauhid menekankan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk memiliki martabat dan masa depan yang cerah.
Menjaga Fitrah di Tengah Keterbatasan
Membawakan materi bertajuk “Fitrah dan Identitas Keluarga”, Ust. Tauhid mengajak 100 peserta yang hadir untuk kembali memahami jati diri mereka sebagai hamba Tuhan yang mulia. Menurutnya, setiap anak dilahirkan dengan fitrah yang suci, dan keluarga—apapun kondisinya—tetap merupakan fondasi utama pembentuk karakter.
“Kalian harus bangga dengan identitas diri kalian. Kemiskinan tidak boleh merenggut fitrah kesucian dan kemuliaan yang Tuhan titipkan. Keluarga adalah benteng pertama, maka perkuatlah ikatan kasih sayang di dalamnya agar kalian memiliki kekuatan untuk menghadapi dunia,” tegas Ust. Tauhid di hadapan para peserta.
Pesan Motivasi: Menggali Potensi Diri
Sesi materi berubah menjadi momen emosional saat Ust. Tauhid mulai membakar semangat para anak jalanan dan pemulung. Beliau secara khusus menyoroti pentingnya setiap individu untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.
“Jangan pernah merasa rendah diri. Di mata Tuhan, kita semua sama. Kalian adalah mutiara-mutiara yang sedang menunggu waktu untuk bersinar. Fokuslah pada potensi yang kalian miliki, baik itu dalam hal kejujuran, kerja keras, maupun keterampilan lainnya. Kembangkan itu, karena itulah jalan keluar kalian menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dakwah Inklusif di Mushalla Mappakabaji
Pemilihan Mushalla Mappakabaji sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Tempat ini merupakan inisiasi LDK PWM Sulsel yang dibangun sebagai ruang mengaji bagi anak-anak pemulung serta tempat ibadah warga marjinal. Kehadiran Ust. Tauhid di tempat ini menegaskan komitmen LDK dalam menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat rentan di Makassar.
Program Pesantren Jalan Cahaya ini menjadi bukti nyata bahwa BAZNAS RI dan LDK PWM Sulsel hadir untuk merangkul mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan keagamaan formal. Melalui pesan-pesan Ust. Tauhid, diharapkan para peserta pulang dengan semangat baru dan rasa percaya diri yang lebih tinggi.





