Sasar Anak Pemulung di Makassar, LDK Muhammadiyah Sulsel Intensifkan Pembinaan Tahsin dan Karakter Qur’ani

MAKASSAR, 15 April 2026 – Upaya mencetak generasi religius di kawasan marginal terus digalakkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan. Melalui binaan Kampung Pemulung, program pembinaan intensif Tahsin dan Baca Tulis Al-Qur’an kini menjadi agenda rutin bagi anak-anak usia 5 hingga 12 tahun di wilayah Jalan Dg. Matoa.

Kegiatan yang berlangsung setiap sore ini tidak sekadar mengajarkan mengeja huruf hijaiyah, namun berfokus pada praktik langsung membaca Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid. Guna memastikan progres kemampuan santri, pengelola juga menerapkan sistem evaluasi rutin setiap pekan.

Fokus pada Adab dan Praktek Ibadah

Tak hanya mengejar kemampuan kognitif, program ini mengintegrasikan pengajaran karakter yang komprehensif. Para santri dibekali dengan:

  • Pendidikan Adab: Menanamkan etika keseharian islami.

  • Bacaan & Praktik Shalat: Memastikan gerakan dan bacaan sesuai tuntunan.

  • Hafalan Doa Harian: Membiasakan doa dalam setiap aktivitas.

“Kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya sekadar bisa membaca secara tekstual, tetapi juga memahami dan mengamalkan dasar-dasar ajaran Islam sebagai fondasi karakter mereka,” ujar salah satu tenaga pengajar di lokasi.

Sinergi Dakwah LDK PWM Sulsel

Program yang berlokasi di pemukiman Jalan Dg. Matoa ini berada di bawah bimbingan langsung Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PWM Sulsel. Kehadiran program ini merupakan bentuk nyata sinergi dakwah Muhammadiyah dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok masyarakat rentan.

Melalui pembinaan ini, diharapkan anak-anak di Kampung Pemulung memiliki bekal spiritual yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi generasi yang berdaya di masa depan meskipun tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Gallery

Tag

Subscribe